Persiapan lahan untuk penanaman memang wajib dilakukan karena salah satu proses awal untuk melakukan penanaman, menyambung dari artikel sebelumnya tentang Teknik Pembibitan Sengon, maka kali ini kita lanjutkan tentang langkah - langkah persiapan lahan yang nantinya akan digunakan untuk menanam sengon, karena untuk menanam jenis pohon apapu, diperlukan persiapan lahan yang baik dan benar.

Pertama tama yang kita harus pahami dahulu adalah lokasi lahan yang akan kita tanami nantinya. apakah termasuk lahan subur atau bukan, ciri ciri lahan subur yang mudah dilihat adalah dengan melihat lebatnya rumput yang tumbuh beserta warna rumput tersebut. Jika rumput tumbuh lebat dan berwarna hijau cerah, maka sudah dipastikan lahan tersebut termasuk lahan yang subur.

 

LANGKAH PERTAMA (PEMBERSIHAN LAHAN)

pembersihan lahan

Yang harus dilakukan adalah tentunya membersihkan lahan tersebut dari rumput bisa dilakukan dengan cara dicangkul, maupun disemprot menggunakan Herbisida. pada umumnya langkah pembersihan rumput ini dilakukan dengan cara menyemprotkan herbisida,  mengingat lahan yang sangat luas yang tidak memungkinkan kita untuk mencangkul semua lahan dalam waktu yang sebentar.

 Herbisida dibagi menjadi dua jenis :

  1. Herbisida Sistemik
  2. Herbisida Kontak 

Herbisida Sistemik, bekerja dengan cara mematikan jaringan rumput yang dimulai dari akar yang kemudian akan menyebar ke seluruh jaringan rumput itu sendiri, oleh karenanya herbisida sistemik ini bekerja lebih lama, yang mana rumput baru akan mati antara 4-7 hari setelah penyemprotan, namun dengan hasil baik juga, dan disisi lain proses pertumbuhan rumput kembali nantinya baru akan terjadi sekitar 3 bulan kemudian. Contoh Merk Herbisida Jenis ini adalah "Roundup"

roundup

Herbisida Kontak, bekerja dengan cara mematikan jaringan batang dan daun, namun tidak mematikan sampai ke akar. Oleh karenanya herbisida kontak ini dapat bekerja lebih cepat, yang mana rumput akan mati dalam hitungan 6-7 jam setelah penyemprotan. Dan disisi lain lain proses pertumbuhan rumput kembali pun sangat cepat, yakni 2-3 minggu kemudian. Contoh Merk Herbisida Jenis ini adalah "Gramoxone"

gramoxone

Kalian bisa pilih menggunakan jenis herbisida yang kalian hendaki, namun dalam hal ini saya sarankan menggunakan Herbisida Sistemik, karna sengon adalah termasuk Jenis Pohon yang dipanen dalam jangka waktu tahunan.

 

LANGKAH KE-DUA (PENGECEKAN KADAR TANAH)

Mengecek kadar PH tanah yang akan ditanami sengon adalah termasuk bagian yang tidak kalah penting, untuk kadar PH tanah yang disarankan untuk menanam sengon adalah dengan kadar PH minimal 6 dan maksimal 7.

Untuk mengecek kadar PH tanah bisa menggunakan PH Meter yang dapat dibeli di toko toko pertanian dengan harga yang cukup murah berkisar di harga 50 ribuan.

Jika PH tanah terlalu rendah atau terlalu tinggi, kita dapat menstabilkannya dengan cara menebarkan Kapur Pertanian atau yang disebut juga sebagai Kapur Dolomit yang berfungsi sebagai penstabil kadar PH tanah. Cara penggunaannya pun sangat mudah, bisa dengan ditebarkan di seluruh area lahan, atau hanya ditebarkan di dalam Lubang tanam yang akan ditanami bibit sengon nantinya.

 

LANGKAH KE-TIGA (JARAK TANAM DAN PERSIAPAN LUBANG TANAM)

Sebelum menanam benih sengon, tentunya kita harus mempersiapkan lubang tanam. Persiapan disini bukan hanya sekedar melubangi tanah saja, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan lubang tanam adalah : 

  1. Jarak Tanam yang disarankan antar benih adalah 2,5 Meter x 3 Meter.
  2. Diameter Lubang Tanam dibuat 30Cm dengan kedalaman 20-25 Cm

Perlakuan lubang tanam sebelum ditanami adalah dengan cara, menebarkan kapur dolomit didalam lubang tanam, dan kemudian dimasukan Pupuk Kandang secukupnya sampai seluruh bagian dasar lubang tertutup oleh pupuk kandang.

Kemudian tutup kembali lubang yang telah diberi kapur dan pupuk, kemudian beri tanda menggunakan bambu, yang selanjutnya kita diamkan dahulu selama minimal 1 minggu. Untuk menunggu proses stabilisasi PH tanah dan penyuburan tanah di Area tanam.

 

LANGKAH KE-EMPAT (PENANAMAN BENIH)

Akhirnya kita masuk pada tahap penanaman benih, yang harus kita lakukan pertama adalah menggali kembali tanah yang sudah beri kita tanda bambu, yang mana didalamnya sudah kita beri kapur dan pupuk kandang. Yang harus diperhatikan pada saat menanam benih ini adalah ketika benih telah dimasukan kedalam lubang, jangan memadatkan tanah terlalu padat, biarkan tanah menggunduk mengitari benih, agar dia memadat dengan alami oleh air hujan.

 

Selamat Menanam :)

loading...